uyungs

Dituduh Marxis Kultural malah melahirkan presiden

In Obama on Februari 28, 2009 at 3:37 pm

Seorang wartawan menyebutkan aset politik terbesar Obama adalah tradisi multikultur yang tumbuh dalam keluarganya. Tradisi itu disemai oleh para perempuan yang dekat dengan kehidupan Obama, mulai dari ibunya, Stanley Ann Dunhamm hingga adik tirinya, Maya Soetoro. Kepada wartawan, Maya mengisahkan nilai-nilai moral dan kemanusiaan yang bersemayam dalam keluarganya adalah terutama berkat didikan sang ibu. Nilai-nilai keluarga ini pula yang merasuki pikiran, pandangan dan perilaku Obama.

Maya melukiskan ibunya sebagai seorang agnostik, tetapi sang ibu pula yang mengajarkan kebaikan-kebaikan ajaran spiritual. “Mama kerap menghadiahi kami buku-buku bagus: Injil, Kitab Hindu Upanishad, Budhisme, dan Tao Te Ching. Beliau menginginkan kami meyakini bahwa setiap orang mempunyai sesuatu yang indah untuk disumbangkan kepada dunia,” kata Maya. ”Kami sekeluarga kerap membaca Al Qur’an, bahkan setiap pagi kami kerap mendengarkan lantunan ayat suci Al Quran selama di Indonesia.”

Nama Stanley Ann Dunhamm (29 November 1942 – 7 November 1995) mungkin asing bagi banyak orang. Namun dialah ibunda Presiden baru Amerika Serikat, Barack Obama. Stanley tentu saja nama yang normalnya diberikan pada seorang bocah lelaki. Namun, ayahnya, Stanley Dunhamm Snr, begitu mendambakan anak laki-laki sehingga dia menamai anak perempuannya Stanley. Bisa dibayangkan banyak cemooh mampir ke telinganya terkait namanya itu. Dia belajar menanggungkan itu semua.

Stanley Ann Durhamm lahir di Fort Leavenworth, sebuah markas tentara Kansas pada tahun 1942. Ayah Ann, seorang wiraniaga mebeler. Pekerjaan si ayah memaksa keluarga muda itu berpindah-pindah dari Kansas ke California kemudian ke Texas dan lalu Washington. Di SMU Ann terpilih sebagai anggota tim debat dan lulus pada tahun 1960. Di kalangan teman-temannya dia dikenal sebagai ‘a fellow traveler…’ yang mengindikasikan kecenderungannya pada pemikiran kritis. Keluarga Stanley terakhir pindah ke Hawaii, di mana Stanley Ann bisa melanjutkan studinya di Universitas Hawaii di Manoa.

Lawan politik Obama menuduh Ann tergolong seorang radical leftist dan penganut marxisme kultural.Dilukiskan bahwa sebagai bentuk perlawanan Ann terhadap kemapanan, dia juga melibatkan dirinya dalam miscegenation (hubungan antar ras), pandangan yang waktu itu terbilang minor dan bertentangan dengan nilai-nilai dari mayoritas warga AS. Konon Ann tidak pernah mau berkencan dengan sesama mahasiswa kulit putih. Meski masih belia, dia sudah memiliki semacam world view.

Di kelas bahasa Rusia, Ann terkesan pada Barack Obama, Sr. seorang mahasiswa berkulit hitam dari Kenya. Mereka kemudian menikah dan tak berselang lama kemudian Ann melahirkan pada usia 18 tahun. Perkawinan mereka tidak berlangsung lama. Belum genap Obama Jr. berusia satu tahun, ayahnya terpaksa meninggalkan keluarga barunya. Dia meraih beasiswa untuk mengambil program doktor di Harvard. Pasangan muda itu pun berpisah tahun 1963.

Setelah beberapa tahun non aktif, Ann kembali melanjutkan kuliahnya di Universitas Hawaii. Tahun 1965 dia bersua dan kemudian menikah dengan suami keduanya, Lolo Soetoro ketika Obama berusia lima tahun. Ann dan Barack turut serta ke Indonesia pada tahun 1969. Di Jakarta Ann sempat mengajar Bahasa Inggris. Kawatir putranya tak mendapatkan pelajaran yang memadai, Ann membangunkan Obama kecil setiap jam 4 pagi. Setiap subuh Obama ditatar ibunya mengikuti pedoman kursus tertulis dari Amerika. Setiap kali Obama mengeluhkan jadwal tak mengenakkan itu, dia pun menjawab: “Jangan cengeng .. ini juga berat bagi ibumu, nak.”

Perkawinan keduanya membuahkan seorang adik perempuan bagi Obama, namun pasangan ini juga bercerai pada tahun 1980. Ann sempat melanglang dunia, bekerja sebagai konsultan pembangunan desa di Ghana, India, Thailand, Indonesia, Nepal dan Bangladesh. Pada tahun 1986 Ann Dunhamm sempat bekerja di sebuah proyek pembangunan di Pakistan. Saat itulah Ann bersama Maya bertualang, menjajal Jalur Sutera di Cina.

Ann ketika itu bergabung dengan Ford Foundation mencoba mempromosikan kredit mikro. Bersama BRI, Ann punya peran yang tidak bisa dikatakan kecil dalam membangun program kredit mikro di Indonesia. Dia pernah mengatakan karyanya itu merupakan capaian terbesarnya dalam karir profesionalnya. Perpisahan dengan Lolo Soetoro tak menghalanginya jatuh cinta pada budaya Jawa.

Gelar doktor dalam kajian antropologi Indonesia pun diraihnya pada tahun 1992. Judul disertasinya, ‘Peasant blacksmithing in Indonesia : Surviving and Thriving Against All Odds,’ mencapai 1.067 halaman. Sebagian disertasi ini diterbitkan sebagai buku dalam bahasa Indonesia oleh Mizan tahun lalu.

Dalam sebuah wawancara, Barack Obama menyebut ibunya sebagai ‘the dominant figure in my formative years… The values she taught me continue to be my touchstone when it comes to how I go about the world of politics.’ Penyesalan terbesar Obama boleh jadi adalah ketika dia tidak berada di sisi ibunya ketika ibunya menghembuskan nafasnya yang terakhir pada tahun 1995. Di usianya yang baru menapak tahun ke 53, Stanley Ann Dunhamm meninggal karena penyakit kanker rahim. Sebelumnya Ann Dunhamm dikabarkan berniat mengadopsi bayi keturunan Korea yang berayahkan seorang prajurit Amerika berkulit hitam yang bertugas di Korea Selatan.

“Seandainya saya tahu beliau tidak mampu mengatasi penyakitnya, saya mungkin akan menulis buku yang sama sekali berbeda, buku yang tidak terlalu banyak bercerita tentang seorang ayah yang hampir tidak pernah hadir, sebaliknya saya akan banyak berkisah tentang beliau yang selalu hadir dalam hidup saya. Ibu adalah yang terbaik, ibu yang paling welas asih,” demikian tulis Obama dalam bukunya, Dreams of My Father.

Sumber tulisan di kompasiana.

  1. infonya bagus…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: